Bergantian Makan dan Minum Diduga Memicu Nafsu Makan
Studi tersebut juga mengungkap bahwa peserta yang lebih sering bergantian antara menyuap makanan dan meneguk air cenderung menghabiskan porsi yang lebih besar.
Para peneliti menduga air membantu menyegarkan kembali reseptor pengecap di lidah sehingga cita rasa makanan tetap terasa nikmat lebih lama. Kondisi ini diyakini membuat seseorang menunda rasa puas dan akhirnya terus makan.
Salah satu penulis penelitian, Paige Cunningham, menjelaskan bahwa anggapan air dapat memberikan rasa kenyang dalam waktu lama belum tentu benar.
“Air memang sering dianggap membuat kita cepat kenyang, tetapi cairan tersebut juga relatif cepat meninggalkan lambung sehingga efek kenyangnya kemungkinan tidak bertahan lama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa air juga dapat menjaga kelembapan mulut sehingga proses makan terasa lebih nyaman dan kenikmatan terhadap makanan berlangsung lebih lama.
Melibatkan Puluhan Orang Dewasa
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data dari dua eksperimen sebelumnya yang melibatkan 86 orang dewasa. Para peserta diminta menyantap hidangan berupa cabai daging sapi atau ayam tikka masala dengan air putih, lalu diperbolehkan makan sesuai keinginan.



