Hasil analisis menunjukkan adanya pola menarik. Peserta yang menghabiskan air minum lebih cepat justru cenderung mengonsumsi makanan lebih sedikit dibandingkan mereka yang terus bergantian antara makan dan minum.
Menurut peneliti, fenomena tersebut bisa dipengaruhi oleh lamanya air berada di dalam mulut atau berkaitan dengan durasi makan secara keseluruhan. Namun, hubungan sebab-akibatnya masih memerlukan penelitian lanjutan.
Masih Perlu Penelitian Lanjutan
Tim peneliti menegaskan bahwa hasil penelitian ini belum dapat dijadikan kesimpulan mutlak mengenai dampak minum air saat makan terhadap berat badan.
Meski demikian, temuan tersebut menunjukkan bahwa pola minum selama makan berpotensi memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi seseorang.
Oleh karena itu, para ilmuwan masih melanjutkan penelitian untuk memahami mekanisme yang mendasari hubungan antara kebiasaan minum dan perilaku makan tersebut.***





