Studi ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa hubungan antara pola makan dan kanker jauh lebih rumit daripada sekadar menyebut sebuah diet sebagai “baik” atau “buruk”.
Untuk saat ini, penelitian tersebut menjadi dasar penting untuk memahami bagaimana metabolisme lemak dapat memengaruhi jaringan usus.
Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah mekanisme serupa juga terjadi pada manusia dan bagaimana dampaknya terhadap orang yang menjalani diet ketogenik dalam jangka panjang.***




