Artinya, hasil tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa diet keto secara langsung menyebabkan kanker usus kecil pada manusia.
Penelitian ini juga tidak serta-merta membuktikan bahwa semua produk atau suplemen keton memiliki efek yang sama.
Para peneliti justru mencatat bahwa mekanisme yang diamati berkaitan dengan metabolisme lemak di dalam usus, bukan semata-mata keberadaan badan keton.
Karena itu, temuan tersebut belum tentu berlaku pada suplemen keton komersial maupun minuman yang mengandung keton.
Mengapa Temuan Ini Penting?
Para peneliti menilai temuan tersebut relevan karena angka kejadian tumor usus kecil dilaporkan meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok yang memiliki kelainan genetik tertentu yang meningkatkan risiko kanker usus, termasuk familial adenomatous polyposis (FAP) atau poliposis adenomatosa familial.




