KesehatanLifestyle

Rajin Jalan Kaki tapi Gula Darah Tetap Tinggi? Dokter Ungkap Faktor yang Sering Terlewat

×

Rajin Jalan Kaki tapi Gula Darah Tetap Tinggi? Dokter Ungkap Faktor yang Sering Terlewat

Sebarkan artikel ini
latihan kekuatan
Ilustrasi latihan kekuatan (Pexels/Andres Ayrton)

Latihan dapat dilakukan menggunakan beban tubuh, resistance band, atau beban eksternal sesuai kemampuan. Jenis dan intensitas latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, kemampuan fisik, serta pengalaman berolahraga.

Bagi seseorang yang sedang menjalani pengobatan diabetes, perubahan pola olahraga juga sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Terutama bagi pengguna obat tertentu yang dapat meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah, penyesuaian aktivitas fisik mungkin memerlukan perhatian khusus.

Pada akhirnya, cara menjaga gula darah tetap stabil bukan hanya soal berhenti menambahkan gula ke minuman atau berjalan kaki setiap pagi. Pola makan, aktivitas aerobik, latihan kekuatan, kualitas tidur, berat badan, pengobatan, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan dapat saling berpengaruh.

Karena itu, jika gula darah tetap tinggi meski sudah rutin berjalan kaki dan menjaga pola makan, kondisi tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai kegagalan. Evaluasi bersama tenaga kesehatan dapat membantu mencari faktor yang masih perlu diperbaiki, termasuk aktivitas yang membantu mempertahankan massa otot. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *