Penelitian Mendukung Manfaat Latihan Kekuatan
Bukti mengenai hubungan latihan kekuatan dengan pengendalian glukosa juga datang dari penelitian. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan pada 2024 menganalisis 46 uji terkontrol secara acak dengan total 2.130 peserta dewasa yang mengalami diabetes tipe 2.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa latihan resistensi berkaitan dengan penurunan HbA1c dan gula darah puasa dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata penurunan HbA1c dalam analisis tersebut sekitar 0,50 poin persentase, sedangkan gula darah puasa turun sekitar 12,03 mg/dL.
Temuan tersebut memperkuat alasan mengapa massa otot perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan diabetes. Meski demikian, hasil meta-analisis merupakan gambaran dari sejumlah penelitian dan bukan jaminan bahwa setiap orang akan mengalami penurunan gula darah dengan besaran yang sama.
Penelitian lain yang menganalisis 20 studi dengan 1.172 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 juga menemukan bahwa latihan resistensi secara signifikan menurunkan HbA1c dibandingkan kelompok kontrol. Analisis tersebut menemukan hubungan antara peningkatan kekuatan otot dan penurunan HbA1c.
Jadi, Cukupkah Hanya Jalan Kaki?
Jalan kaki tetap merupakan aktivitas fisik yang bermanfaat dan tidak perlu ditinggalkan hanya karena kadar gula darah belum sesuai target. Namun, bagi orang dengan diabetes atau kadar gula yang terus meningkat, aktivitas penguatan otot dapat menjadi tambahan yang layak dipertimbangkan.

