KITAINDONESIASATU.COM– Sebuah studi inovatif dari Universitas Leiden, Belanda, mengungkap fakta mengejutkan terkait waktu dan intensitas olahraga dalam mencegah diabetes tipe 2.
Hasil penelitian yang dijadwalkan dipresentasikan pada pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) di Milan, Italia, ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat secara signifikan menurunkan risiko penyakit metabolik tersebut.
Data Kunci: Durasi dan Usia Menentukan Segalanya
Berdasarkan analisis data dari sekitar 88.000 partisipan dewasa tanpa riwayat diabetes dalam studi UK Biobank (2013–2015), peneliti melakukan pemantauan rata-rata selama 7,7 tahun. Selama periode ini, 2.140 partisipan (2,4%) mengembangkan diabetes tipe 2.
Temuan utama menunjukkan disparitas yang mencolok berdasarkan volume aktivitas:
1. Kelompok dengan aktivitas fisik rendah hingga sedang (rata-rata 121 menit per minggu) memiliki risiko lebih dari dua kali lipat untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan kelompok dengan aktivitas tinggi (rata-rata 409 menit per minggu).
2. Pada kelompok usia 63 tahun ke atas, tingkat aktivitas fisik yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko relatif sebesar 65 persen.



