KITAINDONESIASATU.COM – Kopi bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk. Sejumlah penelitian juga mengaitkan kebiasaan minum kopi dengan berbagai indikator kesehatan, termasuk panjang telomer yang berhubungan dengan proses penuaan biologis.
Sebuah laporan yang dikutip Women’s Health UK dan Al Arabiya Net menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir kopi sehari memiliki telomer yang relatif lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Perbedaan tersebut disebut setara dengan telomer pada orang yang berusia sekitar lima tahun lebih muda.
Meski terdengar menjanjikan, temuan ini tidak berarti bahwa kopi terbukti memperpanjang usia seseorang hingga lima tahun. Panjang telomer merupakan salah satu indikator biologis yang diteliti dalam kaitannya dengan penuaan, bukan alat untuk memastikan berapa lama seseorang akan hidup.
Apa Itu Telomer dan Mengapa Berkaitan dengan Penuaan?
Telomer merupakan struktur pelindung di ujung kromosom yang menjaga materi genetik tetap terlindungi. Seiring bertambahnya usia dan berlangsungnya pembelahan sel, telomer umumnya mengalami pemendekan.
Proses tersebut merupakan bagian dari penuaan biologis. Sejumlah faktor lain, seperti stres berkepanjangan dan kebiasaan merokok, juga dapat memengaruhi kondisi telomer.
Panjang telomer yang lebih pendek dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit dan kematian dini. Karena itu, para peneliti menggunakannya sebagai salah satu penanda untuk mempelajari penuaan pada tingkat sel.





