Karena itu, aktivitas fisik yang mudah dilakukan dan dapat menjadi bagian dari rutinitas harian memiliki nilai tambah.
Fisioterapis David Halen Araújo Pinheiro dari Fakultas Kedokteran University of São Paulo mengatakan jalan kaki merupakan bentuk olahraga yang relatif mudah diakses dan tidak membutuhkan peralatan kompleks.
Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan aktivitas tersebut dapat memberikan tingkat pengendalian asma yang sebanding dengan latihan yang dilakukan menggunakan peralatan.
Jangan Hentikan Obat Meski Gejala Membaik
Meski hasil penelitian mengenai jalan kaki untuk membantu mengendalikan asma cukup menjanjikan, aktivitas fisik tetap tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan.
Penderita asma tetap perlu mengikuti terapi dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Perbaikan gejala setelah rutin berolahraga bukan alasan untuk mengurangi dosis atau menghentikan obat secara sepihak.




