KITAINDONESIASATU.COM – Diet hanya makan buah atau yang sering disebut fruitarian diet semakin banyak menarik perhatian karena dianggap sebagai cara alami untuk menurunkan berat badan.
Pola makan ini berfokus pada konsumsi buah-buahan sebagai sumber utama bahkan satu-satunya makanan sehari-hari. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang tinggi membuat buah sering dianggap sebagai pilihan yang menyehatkan.
Namun, meskipun buah memiliki banyak manfaat, mengandalkannya sebagai satu-satunya sumber nutrisi bukanlah pilihan yang ideal dalam jangka panjang.
Tubuh manusia membutuhkan berbagai zat gizi yang tidak dapat diperoleh secara cukup hanya dari buah-buahan.
Pada awal menjalani diet buah, sebagian orang mungkin mengalami penurunan berat badan karena asupan kalori yang lebih rendah dibandingkan pola makan sebelumnya.
Akan tetapi, manfaat tersebut tidak selalu sejalan dengan kebutuhan nutrisi tubuh secara keseluruhan.
Risiko Diet Buah Jika Dilakukan Terlalu Lama
Buah memang kaya akan nutrisi penting, tetapi kandungan protein, lemak sehat, vitamin B12, zat besi, dan kalsiumnya relatif rendah.
Jika dilakukan dalam waktu lama, diet hanya makan buah berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan otot, tulang, dan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, beberapa jenis buah mengandung gula alami dalam jumlah cukup tinggi. Konsumsi berlebihan tanpa diimbangi sumber protein dan lemak sehat dapat memengaruhi kestabilan kadar gula darah, terutama pada orang yang memiliki risiko diabetes.





