2. Asparagus baik untuk kesehatan usus
Asparagus dikenal sebagai sayuran yang membantu mengurangi risiko kanker karena kaya serat, asam folat, vitamin C, serta vitamin K. Kandungan seratnya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus mendukung keseimbangan mikrobiota usus.
WCRF merekomendasikan konsumsi sayuran nontepung setiap hari sebagai bagian dari pola makan yang dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Asparagus paling baik diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang agar nutrisinya tidak banyak hilang.
3. Kubis mengandung senyawa pelindung tubuh
Kubis termasuk keluarga sayuran silangan (cruciferous) yang kaya glukosinolat. Saat dipotong atau dikunyah, senyawa tersebut berubah menjadi isotiosianat yang diketahui memiliki aktivitas biologis tinggi.
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa senyawa tersebut berpotensi membantu mengaktifkan enzim detoksifikasi alami tubuh sekaligus melindungi sel dari kerusakan akibat oksidasi. Selain kubis, kelompok sayuran silangan juga mencakup pakcoy, sawi putih, dan kubis Brussel.
4. Bawang putih mengandung alisin
Bawang putih menjadi salah satu sayuran yang membantu mengurangi risiko kanker karena mengandung alisin dan berbagai senyawa sulfur alami. Sejumlah studi epidemiologi menemukan bahwa konsumsi bawang putih secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker pada saluran pencernaan.




