KITAINDONESIASATU.COM – Detik-detik kritis tengah menghitung mundur di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Dengan laju timbulan sampah yang masif, fasilitas utama penampungan limbah Bandung Raya ini diproyeksikan mencapai kapasitas maksimal pada Desember 2026.
Menyadari urgensi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat merancang strategi komprehensif yang memadukan rekayasa teknis, inovasi teknologi, dan mobilisasi sosial secara masif.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pendekatan “bisnis seperti biasa” tidak lagi relevan.
“Jika dibiarkan, Desember ini Sarimukti akan penuh. Kami telah melakukan konsolidasi intensif dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Lingkungan Hidup, untuk menerapkan perlakuan khusus (treatment) selama tiga bulan ke depan,” ujarnya, Minggu 27 September 2026.
Mobilisasi 25 Ribu Mahasiswa: Revolusi dari Hulu
Langkah paling inovatif yang diambil Pemprov Jabar adalah memindahkan garis pertahanan ke tingkat rumah tangga. Melalui kolaborasi dengan 98 perguruan tinggi di Jawa Barat, sekitar 25.000 mahasiswa akan diterjunkan langsung ke masyarakat mulai awal Oktober 2026.





