Bekerja sama dengan 50 camat serta ratusan kepala desa dan lurah, para mahasiswa akan melakukan edukasi door-to-door mengenai pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah organik.
Sebagai insentif akademis, perguruan tinggi akan memberikan konversi 10 Satuan Kredit Semester (SKS) bagi mahasiswa yang berpartisipasi.
Target ambisius program ini adalah menekan timbulan sampah Bandung Raya hingga 20 persen.
Mengingat total produksi sampah wilayah ini mencapai 5.000 ton per hari, dengan sekitar 1.500 ton di antaranya berakhir di Sarimukti (dan separuhnya merupakan sampah makanan), pengurangan 20 persen setara dengan penghematan 1.000 ton sampah per hari.
“Perubahan perilaku ini memiliki dampak ekivalen dengan membangun fasilitas pengolahan sampah bernilai triliunan rupiah. Keberhasilan uji coba di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, yang berhasil memangkas volume sampah hingga 20 persen, membuktikan bahwa target ini sangat realistis,” tambah Herman.
Intervensi Teknis: Compacting dan Dinding Penahan Tanah
Di sisi infrastruktur, Pemprov Jabar menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk merancang solusi teknis perpanjangan usia TPA. Langkah pertama yang segera dieksekusi adalah metode compacting (pemadatan sampah) untuk memaksimalkan ruang tampung yang tersisa dalam waktu singkat.





