Masa tenggang ini sangat vital untuk menunggu penyelesaian proyek Waste to Energy (WtE) atau pembangkit listrik tenaga sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2030.
Herman menutup dengan penekanan pada filosofi pengelolaan sampah modern: “Jangan hanya bertumpu pada teknologi. Sehebat apa pun mesin yang kita bangun, partisipasi masyarakat dari hulu jauh lebih dahsyat. Ketika kesadaran memilah sampah di rumah tangga beradu manis dengan kecanggihan teknologi, itulah kunci keberlanjutan lingkungan yang sesungguhnya.”***




