KITAINDONESIASATU.COM – Insiden menegangkan sempat mengguncang perjalanan Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi. Dua bus dari kloter SUB-2 dan JKS-1 dilaporkan mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari city tour di kawasan Jabal Magnet—lokasi yang dikenal dengan medan jalan menanjak dan cukup ekstrem.
Namun di balik kejadian yang sempat memicu kepanikan itu, pemerintah memastikan kabar melegakan: tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Direktur Pelindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama KJRI Jeddah langsung bergerak cepat menangani situasi di lapangan.
Meski tanpa korban jiwa, total 10 jemaah dilaporkan mengalami luka. Tujuh di antaranya berasal dari kloter JKS-1 asal Jawa Barat dan hanya mengalami luka ringan. Mereka telah mendapatkan perawatan dan kini sudah kembali ke Hotel Andalus Golden.
Sementara itu, tiga jemaah dari kloter SUB-2 asal Probolinggo juga sempat menjalani perawatan. Dua orang sudah diperbolehkan kembali, namun satu jemaah berusia 60 tahun masih dalam pemantauan intensif di RS Al-Hayyat Quba.
KJRI Jeddah terus memantau perkembangan kondisi korban dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan maksimal.
Di sisi lain, dugaan awal penyebab kecelakaan mulai terkuak. Ketua PPIH Surabaya, Asadul Anam, menyebut sopir diduga kehilangan kendali saat berpapasan dengan kendaraan lain yang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan.
Akibatnya, bagian depan bus mengalami kerusakan cukup parah hingga ringsek.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius, mengingat kawasan Jabal Magnet sendiri memiliki kontur jalan menanjak yang cukup menantang, sekitar 60 kilometer dari Madinah—lokasi yang kerap menjadi tujuan wisata religi para jemaah. (*)
