KITAINDONESIASATU.COM – Banjir bandang yang terjadi di wilayah Dusun Ngendo, Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah saat ini, Kamis (12/12/2024).
Banjir bandang yang terjadi di wilayah ini mungkin lebih mengerikan dari banjir yang terjadi di wilayah Semarang lainnya, Selasa (10/12/2024) malam.
Kawasan dusun yang dihuni 50 rumah dan 249 warga ini menjadi daerah terdampak banjir paling parah, akibat alira Sungai Klengkung setelah terjadinya tanggul jebol.
Akibat peristiwa yang mengerikakan ini dua warga mengalami luka dan sempat menjalani perawatan di RS Gunawan Mangunkusumo (RSGM) Ambarawa.
Dari dua warga menjadi korban banjir bandang seorang terseret banjir sementara seorang terjatuh, keduanya berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Peristiwa ini terjadi lantara tanggul sungai sepanjang 35 meter berlubang atau ada bagian yang rusak, kini Balai BHesar Wilayah Sungai (BBWS) sedang berupaya melakukan perbaikan tanggul jebol.
Warga menyebut, terjadinya tanggul jebol sepanjang 15 meter di Sungai Klengkung itu diperkirakan tidak mampu menahan luapan air sungai yang diguyur hujan terus menerus.
BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan kepada wartawan mengatakan dilapangan kini sudah terkendali tanggul jebol mencapai 50 cm saat ini berangsur surut.
Seluruh warga di Desa Ngrapah dalam kondisi baik, hanya saja ada dua remaja Ardi (20) dan Yuni (20) sempat terseret arus saat tanggul jebol.
Namun keduanya hanya mengalami luka ringan setelah berhasil diselamatkan dan sudah mendapat perawatan di RSUD Ambarawa.
Akibat peristiwa ini setidaknya ada 90 KK terdampak, sementara rumah warga terdampak nantinya akan di asassement tingkat kerusakannya, dan pihaknya akan memberikan perhatian kepada warga terdampak.
Saat peristiwa itu terjadi menurut laporan pertama yang masuk pukul 19:15 WIB yang langsung petugas mendatangi lokasi kejadian.
Peristiwa itu ada 72 rumah satu masjid dengan 90 KK terendam air dengan kedalaman 30 hingga 50 cm, setidaknya ada tujuh KK yang mengungsi.
Para korban terdampat terdapat 27 lansia dan sudah dievakuasi dan kini relawan melakukan kerja bakti bersama masyarakat untuk membersihkan puing-puing sampah di lingkungan warga.
Diharapkan pemasangan tanggul sementara selesai. Tanggul sementara dibangun dengan menggunakan trucuk bambu, karung pasir, dan menerjunkan alat berat.
Setelah tanggul selesai nantinya tim gabungan akan membantu membersihkan rumah warga dan jalan yang masih berlumpur. **


