NewsBerita Utama

Banjir Bandang dan Puting Beliung di Jatim pada Awal Bulan Desember 2024

×

Banjir Bandang dan Puting Beliung di Jatim pada Awal Bulan Desember 2024

Sebarkan artikel ini
caua ekstrem jawa timur
Dampak cuaca ekrtem di wilayah Jawa Timur

KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki bulan Desember 2024 sejumlah wilayah di Jawa Timur sejumlah peristiwa bencana alam mulai terjadi seperti hujan angin, banjir bandang hingga luapan air sungai.

Banjir bandang terjadi di wilayah Malang Selatan, Tuban dan angin puting beliung terjadi di wilayah Sidoarjo, Surabaya dan sejumlah daerah lain di Jatim.

Terbaru bencana banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Pamekasan akibat meluapnya Sungau di Desa Ragang, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Senin (2/12/2024).

Banjir akibat meluapnya sungai membuat lahan pertanian warga hingga mencapai 24,8 ribu hektar terendam banjir.

Selain itu banjir juga menggenangi jalan desa dengan ketinggian ari mencapai hingga lutut orang dewasa.

BERITA BENCANA MALANG SELATAN: Hari Kelabu Malang, Tiga Meninggal Banjir Bandang dan Pohon Tumbang

Menurut informasi dari BPBD setempat banjir akibat adanya intensitas hujan yang tinggi selama sekitar 2,5 jam terjadi di wilayah Kecamatan Waru.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini namun banjir menggenangi persawahan dan akses jalan Desa Ragam, Kecamatan Pamekasan, Madura.

Sementara catatan bencana lain yang terjadi di akhir bulan November dan awal Bulan Desember 2024 lainnya di wilayah Jawa Timur antara lain:

Banjir bandang Malang
Banjir bandang yang terjadi di wilayah Malang Selatan terjadi sejak Kamis (28/11/2024) hingga Minggu (1/11/2024) mencatat ada 17 titik banjir di 5 wilayah kecamatan di kawasan Malang Selatan.

Banjir paling parah terjadi di Kampung Raas, Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, air menggenangi ratusan rumah warga.

Setidaknya ada 111 rumah tergenang air dan 50 KK warga mengungsi ke kerabat dekat mereka, dari catatan 17 titik banjir itu 11 di antaranya masuk kategori banjir besar, dan 5 titik lainnya akibat banjir luapan sungai.

Seperti beredar di sosial daru unggahan masyarakat di Malang Selatan banjir bandang terlihat menggenangi jembatan dan jalan dengan aliran air deras.

Banjir ini juga mencatat 4 jembatan ambrol, ketigannya di wilayah Kecamatan Sumbermanjing dan Donomulyo dan titik tanah longsung terjadi di Pagak, Batur dan Gedangan.

Peristiwa bencana banjir bandang di Malang Selatan ini berawal dari adanya curah hujan yang tingg, hujan lebat yang terjadi dua hari terakhir membuat volume sungai meningkat.

Banjir bandang yang terjadi di Malang Selatan juga membawa korban yakni meninggal dan seorang hilang hingga belum ditemukan.

Dua korban adalah Alif Saifudin (24) warga Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, korban ditemukan meninggal dunia.

Sementara korban yang lain Wawan Efendi (40) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Malang Selatan diga terpeleset dan terseret aliran sungai berantas, Jumat (28/11/2024) pagi pukul 09:00 WIB, hingga kini belum ditemukan.

BANJIR BANDANG TUBAN: Banjir Bandang di Desa Padasan Tuban, Akibat Tanggul Jebol

Tanggul jebol Tuban
Sementara banjir bandang yang lain terjadi di wilayah Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Minggu (1/12/2024).

Banjir bandang terjadi selain huja lebat juga dipciu adanya tanggul jebol hingga menggenangi empat desa di wilayah Kecamatan Kerek itu.

Keempat desa itu masing-masing Desa Padasan, Temayang, Margomulyo dan Desa Jarorejo, luapan air di desa ini menggenangi persawahan, jalan desa hingga sebagian pemukiman penduduk.

Menurut BPBD Tuban banjir yang melanda Desa Padasan berasa dari hutan Desa Pucangan, Montong yang melintas di Kali Mbutuh dan Kali Panting.

Luapan air ini kemudian menjebolkan tanggul dan air meluap ke Desa Padasan, sementara luapan air Desa Temayang berasal dari Hutan Bawi yang turun menuju desa tersebut.

Aliran air dari hutan meluncur sangat deras hingga naik ke atas tanggul desa hingga meluber kemudian meluap ke Desa Jarorejo dan Margomulyo.

Puting Beliung Surabaya
Sementara bencana angin kencang atau puting beliung juga terjadi di sejumlah wilayah Sidoarjo dan Surabaya yang memporak porandakan atap rumah penduduk bahkan membuat mobil terjebur ke dalam sungai.

Di wilayah bertetangga ini juga dilanda hujan lebat dan angin kencang beberapa hari yang terakhir terjadi di Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Jumat (29/11/2024) sore hari.

Puluhan rumah penduduk porak poranda bagian atapnya akibat sambaran angin kencang hingga terbawa terbang dan berjatuhan di jalanan hingga membuat kepanikan warga.

Kemudian juga terjadi di wilayah Gubeng Kota Surabaya sejumlah pohon tumbang dan bangunan atap rumah penduduk rusak dan sebuah mobil terjebur sungai.

Kawasan terparah akibat puting beliung terjadi di wilayah Mulyorejo, tercatat 105 rumah penduduk mengalami kerusakan hingga sedang dan rusak berat.

Puluhan pohon juga tumbang akibat peristiwa ini danmembuat panik penduduk, sejumlah mobil tertimpa pohon, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *