News

Elon Musk Ubah Lagi Nama Unit AI SpaceX, Istilah Super Intelligence Jadi Sorotan

×

Elon Musk Ubah Lagi Nama Unit AI SpaceX, Istilah Super Intelligence Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 22
# Elon Musk Prediksi Ratusan Perusahaan AI Cloud Bangkrut, Bagaimana Nasib Bisnis SpaceX? **KITAINDONESIASATU.COM** – Elon Musk memperingatkan industri komputasi awan berbasis kecerdasan buatan (AI) berpotensi menghadapi gelombang kebangkrutan dan konsolidasi. CEO SpaceX tersebut menilai semakin sulitnya memperoleh pendanaan dapat mengancam perusahaan penyedia komputasi AI yang tidak memiliki sumber pendapatan kuat di luar bisnis pusat data. Dilansir dari The Motley Fool, Selasa (27/10/2026), Musk memperkirakan sebagian besar dari lebih 200 perusahaan yang dikenal sebagai *neocloud* tidak akan mampu bertahan secara mandiri. Perusahaan-perusahaan tersebut umumnya menyewa atau membeli chip komputasi, membangun infrastruktur pusat data, kemudian menyewakan kapasitasnya kepada pengembang AI. Peringatan itu muncul ketika kebutuhan investasi infrastruktur AI terus meningkat, sementara investor mulai mempertanyakan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari pengeluaran besar tersebut. ## Pendanaan Besar Jadi Tantangan Industri AI Cloud Musk menyebut SpaceX berhasil memperoleh pendanaan utang sebesar 40 miliar dolar AS untuk membeli unit pemrosesan grafis (GPU). Kemampuan tersebut didukung peringkat kredit layak investasi serta pendapatan dari bisnis internet satelit Starlink dan peluncuran roket. Kondisi itu dinilai memberikan keunggulan dibandingkan perusahaan *neocloud* yang sangat bergantung pada pembiayaan eksternal. Ketika biaya pinjaman meningkat, perusahaan dengan beban utang besar berisiko kesulitan membiayai pembelian chip dan operasional pusat data. Tekanan pasar juga terlihat pada saham sejumlah perusahaan penyedia komputasi AI. Reuters melaporkan saham CoreWeave turun 4,5 persen dalam perdagangan prapasar pada Senin (26/10/2026), sedangkan Nebius Group melemah 3,4 persen. Saham IREN turut terkoreksi 3,3 persen. <Cite refs={["turn514983search1","turn514983news5"]}/> Meski memperingatkan potensi kegagalan pesaing, SpaceX juga menghadapi tantangan karena bisnis AI menjadi bagian penting dari pendapatannya. Segmen superintelligence perusahaan tersebut menghasilkan pendapatan 7,56 miliar dolar AS pada kuartal III 2026, lebih dari separuh total pendapatan perusahaan. Investasi besar tetap membawa risiko apabila harga sewa komputasi menurun atau permintaan melemah. Karena itu, keberhasilan SpaceX tidak hanya bergantung pada akses pendanaan, tetapi juga kemampuan menghasilkan keuntungan berkelanjutan dari infrastruktur AI yang dibangunnya.

KITAINDONESIASATU.COM – Elon Musk kembali mengubah arah penamaan unit kecerdasan buatan yang berada di bawah perusahaannya.

Kurang dari tiga bulan setelah menggunakan nama SpaceXAI, unit tersebut direncanakan berganti nama menjadi SpaceXSI. Perubahan ini menandai pergeseran istilah dari Artificial Intelligence atau AI menuju Super Intelligence atau SI.

Rencana perubahan nama itu disampaikan Musk melalui platform X pada Minggu. Langkah tersebut muncul setelah istilah Super Intelligence semakin mendapat perhatian menyusul dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengganti penggunaan istilah AI dalam komunikasi resmi pemerintah.

Perubahan Nama SpaceXAI Ikuti Tren Super Intelligence

Trump sebelumnya mengeluarkan kebijakan yang mendorong departemen dan lembaga pemerintah Amerika Serikat menggunakan istilah Super Intelligence dalam berbagai dokumen dan komunikasi resmi.

Kebijakan tersebut membuat istilah SI semakin sering muncul dalam pembahasan teknologi dan industri kecerdasan buatan.

Musk menjadi salah satu tokoh teknologi yang ikut mengadopsi istilah tersebut. Selain Musk, pendiri Meta Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang juga telah menggunakan istilah Super Intelligence dalam komunikasi publik mereka. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman masih mempertahankan istilah AI.

Meski perubahan nama SpaceXAI menjadi SpaceXSI telah diumumkan, proses tersebut belum sepenuhnya terlihat pada seluruh identitas perusahaan.

Akun media sosial yang berkaitan dengan unit tersebut masih menggunakan nama sebelumnya. Belum terdapat pula informasi mengenai perubahan nama secara resmi melalui pengajuan kepada regulator pasar modal Amerika Serikat.

Istilah Super Intelligence sendiri memiliki pengertian yang lebih spesifik dibandingkan AI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *