Dalam industri teknologi, superintelligence umumnya merujuk pada sistem kecerdasan buatan hipotetis yang memiliki kemampuan intelektual jauh melampaui manusia dalam berbagai bidang.
Perubahan nama tersebut pun berpotensi menimbulkan perdebatan baru. Penggunaan istilah SI dapat memberikan kesan bahwa teknologi telah memasuki tahap yang lebih maju, meski konsep superintelligence sendiri masih menjadi tujuan dan perdebatan di kalangan industri.
Langkah Musk memperlihatkan bahwa persaingan teknologi tidak hanya berlangsung melalui pengembangan produk, tetapi juga melalui istilah dan identitas yang digunakan untuk membentuk persepsi publik terhadap masa depan kecerdasan buatan.(*)





