KITAINDONESIASATU.COM – Elon Musk kembali mengubah arah penamaan unit kecerdasan buatan yang berada di bawah perusahaannya.
Kurang dari tiga bulan setelah menggunakan nama SpaceXAI, unit tersebut direncanakan berganti nama menjadi SpaceXSI. Perubahan ini menandai pergeseran istilah dari Artificial Intelligence atau AI menuju Super Intelligence atau SI.
Rencana perubahan nama itu disampaikan Musk melalui platform X pada Minggu. Langkah tersebut muncul setelah istilah Super Intelligence semakin mendapat perhatian menyusul dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengganti penggunaan istilah AI dalam komunikasi resmi pemerintah.
Perubahan Nama SpaceXAI Ikuti Tren Super Intelligence
Trump sebelumnya mengeluarkan kebijakan yang mendorong departemen dan lembaga pemerintah Amerika Serikat menggunakan istilah Super Intelligence dalam berbagai dokumen dan komunikasi resmi.
Kebijakan tersebut membuat istilah SI semakin sering muncul dalam pembahasan teknologi dan industri kecerdasan buatan.
Musk menjadi salah satu tokoh teknologi yang ikut mengadopsi istilah tersebut. Selain Musk, pendiri Meta Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang juga telah menggunakan istilah Super Intelligence dalam komunikasi publik mereka. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman masih mempertahankan istilah AI.
Meski perubahan nama SpaceXAI menjadi SpaceXSI telah diumumkan, proses tersebut belum sepenuhnya terlihat pada seluruh identitas perusahaan.
Akun media sosial yang berkaitan dengan unit tersebut masih menggunakan nama sebelumnya. Belum terdapat pula informasi mengenai perubahan nama secara resmi melalui pengajuan kepada regulator pasar modal Amerika Serikat.
Istilah Super Intelligence sendiri memiliki pengertian yang lebih spesifik dibandingkan AI.





