KITAINDONESIASATU.COM – Berjalan kaki secara rutin dan mengurangi konsumsi gula merupakan langkah yang sering dilakukan untuk membantu menjaga gula darah. Namun, jika kadar gula tetap tinggi meski kebiasaan tersebut sudah dijalankan, ada faktor lain yang perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah kondisi massa otot. Otot, khususnya otot rangka, merupakan salah satu jaringan utama yang mengambil glukosa dari aliran darah. Karena itu, menjaga kekuatan dan massa otot dapat menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki pengelolaan glukosa.
Hal tersebut disampaikan Dr. Gagandeep Singh, spesialis pengobatan metabolik dan manajemen diabetes asal India, melalui laporan Hindustan Times. Ia menceritakan kasus seorang pasien pria berusia 54 tahun yang rutin berjalan kaki selama 40 menit setiap pagi.
Pasien tersebut juga telah berhenti menambahkan gula ke dalam teh sejak dua tahun sebelumnya. Namun, kadar gula darah puasanya justru terus mengalami peningkatan secara bertahap.
Menurut Dr. Singh, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pola makan dan aktivitas aerobik bukan satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan. Latihan kekuatan untuk mempertahankan dan membangun otot juga memiliki peran dalam pengelolaan gula darah.
Mengapa Massa Otot Berhubungan dengan Gula Darah?
Setelah seseorang makan, glukosa masuk ke dalam aliran darah dan kemudian perlu digunakan atau disimpan oleh jaringan tubuh. Otot rangka merupakan salah satu jaringan penting yang berperan dalam proses pengambilan glukosa tersebut.

