KITAINDONESIASATU.COM – Teh, minuman yang telah menjadi bagian integral dari budaya berbagai bangsa, sering dipuji karena segudang manfaat kesehatannya.
Namun, di balik popularitasnya, sebuah pertanyaan ilmiah yang krusial sering muncul: apa sebenarnya yang terjadi pada hati ketika seseorang mengonsumsi teh setiap hari?
Jawabannya ternyata bersifat paradoksal.
Dikutip dari berbagai penelitian terkini, konsumsi teh secara tepat dan terkontrol memberikan efek hepatoprotektif (melindungi hati).
Akan tetapi, konsumsi berlebihan atau dengan cara yang salah justru dapat menjadi faktor risiko yang meningkatkan tekanan metabolik pada organ vital tersebut.
Mekanisme Dwi Fungsi: Antara Proteksi dan Beban
Pada dosis yang tepat, hati justru berterima kasih. Senyawa polifenol, terutama katekin seperti EGCG (epigallocatechin-3-gallate) dalam teh hijau dan theaflavin dalam teh hitam, adalah antioksidan kuat.
Senyawa ini bekerja dengan menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel hepatosit (sel hati) dan mengurangi peradangan.

