Berisiko: Lebih dari 5 cangkir per hari, atau konsumsi ekstrak teh hijau dosis tinggi. Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) memperingatkan bahwa katekin dosis 800 mg/hari (setara dengan banyak cangkir teh kental atau suplemen) dapat menyebabkan kerusakan hati .
2. Metode Seduh (Kekuatan Teh)
Minum teh yang diseduh terlalu kuat atau direndam terlalu lama meningkatkan konsentrasi senyawa aktif secara drastis. Ini menciptakan “lonjakan metabolik” yang membuat hati kewalahan.
3. Waktu (Waktu Terbaik vs Terlarang)
Waktu yang Buruk (Perut Kosong): Minum teh kuat saat perut kosong menyebabkan penyerapan kafein dan katekin terlalu cepat. Ini memberikan “kejutan” pada sistem metabolisme hati dan juga dapat mengiritasi lambung karena merangsang sekresi asam berlebih.
Waktu yang Kurang Tepat (Langsung Setelah Makan): Banyak yang menganggap ini kebiasaan baik. Padahal, dari sisi nutrisi, ini kontraproduktif.
Kandungan tanin dalam teh akan mengikat zat besi non-heme (dari nabati) dan menghambat penyerapannya hingga 50-70% . Selain itu, tanin juga dapat mengikat protein makanan.

