Sebuah studi yang dipublikasikan di BMC Nutrition (AS) pada 6.000 orang dewasa menunjukkan bahwa individu yang minum 2-4 cangkir teh per hari memiliki kadar enzim hati (ALT dan AST) yang lebih sehat. Temuan ini diperkuat oleh penelitian uji klinis tahun 2023 yang melibatkan 62 staf kamar operasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau selama empat minggu secara signifikan menurunkan kadar enzim AST, ALT, ALP, GGT, dan bilirubin (P value < 0.001), yang mengindikasikan perbaikan fungsi hati pada kelompok yang terpapar anestesi .
Namun, studi yang sama juga mencatatkan efek sebaliknya pada kelompok “overdosis”.
Paparan katekin dan kafein dalam dosis sangat tinggi dapat membebani proses detoksifikasi hati.
Logikanya sederhana: hati harus bekerja lebih keras untuk memetabolisme senyawa-senyawa aktif ini, yang jika terjadi terus-menerus dapat memicu stres oksidatif ringan dan peningkatan enzim hati.
Faktor “X”: Dosis, Metode Seduh, dan Waktu Konsumsi
Tiga variabel utama yang menentukan apakah teh menjadi obat atau racun bagi hati adalah:
1. Kuantitas (Dosis)
Aman: Kurang dari 4 cangkir per hari (ideal 2-3 cangkir).

