KITAINDONESIASATU.COM – Isu panas dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh kembali mencuat. Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, meski sudah bergulir sejak awal 2025.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa proses hukum belum naik ke tahap penyidikan bukan tanpa alasan. Ia menyebut hal ini berkaitan dengan strategi dan manajemen penanganan perkara, mengingat banyaknya kasus besar yang tengah ditangani lembaga antirasuah tersebut, termasuk operasi tangkap tangan di berbagai daerah.
Meski begitu, publik diminta tidak salah paham. KPK menegaskan penyelidikan dugaan korupsi proyek Whoosh masih terus berjalan dan belum dihentikan. Tim penyelidik disebut terus mengumpulkan data dan mendalami berbagai temuan di lapangan.
“Saat ini prosesnya masih di penyelidikan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (5/5).
Sebelumnay, Mahfud MD membuat heboh publik terkait mengungkap dugaan adanya mark up fantastis dalam proyek ini. Dalam pernyataannya, ia menyebut biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS-jauh lebih tinggi dibanding di China yang hanya sekitar 17–18 juta dolar AS.
KPK pun sempat meminta Mahfud untuk melaporkan temuannya secara resmi. Respons saling berbalas terjadi, hingga akhirnya Mahfud menyatakan siap dipanggil untuk memberikan keterangan.
KPK sebelumnya telah memastikan bahwa dugaan korupsi proyek Whoosh sudah masuk tahap penyelidikan sejak awal 2025. Artinya, proses pengusutan sudah berjalan cukup lama, meski belum naik ke tahap penyidikan. (*)
