KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, angkat bicara mengenai video viral yang menampilkan pendakwah asal Kediri, Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, mencium sejumlah anak perempuan di atas panggung. Menteri Arifah dengan tegas menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah perilaku yang tidak pantas dan di luar batas kewajaran.
“Kami sependapat dengan publik, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlepas dari status atau posisi siapapun yang melakukannya, termasuk mereka yang dianggap sebagai pemuka agama,” ujar Menteri Arifah, Kamis (13/11).
Ia menekankan bahwa sentuhan fisik tanpa persetujuan, apalagi dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak, berpotensi menjadi bentuk pelecehan yang dapat menimbulkan dampak psikologis serius pada korban.
Menteri PPPA juga menyoroti isu relasi kuasa antara orang dewasa dan anak. Menurutnya, figur otoritas, seperti tokoh agama, sering berada pada posisi dominan yang membuat anak sulit menolak atau melawan ketika menghadapi perilaku tidak pantas.
“Relasi kuasa ini kerap dimanfaatkan melalui cara nonfisik seperti bujuk rayu, tekanan emosional, atau manipulasi psikologis yang dikenal sebagai child grooming,” jelasnya. Arifah menambahkan bahwa pelaku sering berusaha menormalisasi perilaku menyimpang dengan dalih kasih sayang atau kedekatan.
Sebelumnya Gus Elham meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terkait viralnya video dirinya yang mencium anak perempuan di depan khalayak. Ia mengaku khilaf dan menyesal terkait apa yang sudah dilakukan. (*)
