Opini KitaLifestyle

Carpon JODO Karya Eli Rusli: Kajian Teori Cinta Segi 3 oleh Robert J. Sternberg

×

Carpon JODO Karya Eli Rusli: Kajian Teori Cinta Segi 3 oleh Robert J. Sternberg

Sebarkan artikel ini
Carpon Jodo karya Eli Rusli
Carpon Jodo karya Eli Rusli

Keadaan ini tercermin pada percakapannya sebagai berikut:
“Naon nu jadi ganjelan? Pédah Pa Sam umurna leuwih kolot duabelas taun ti Mimin? Umur bapa jeung ema béda dalapan taun basa dijodokeun ku aki. Buktina nepi ka ayeuna masih kénéh langgeng. Rasa asih bapa jeung ema hudang sorangan nuturkeun wanci nu terus muter. Karunya Pa Sam! Unggal malem Minggu nganjang ari Miminna tara aya di imah. Hayoh baé unggal kadieu kudu dipanggihan ku bapa jeung ema.” Bapa ngomongna bangun nyedekkeun.
“Enya Min. nu diucapkeun ku Bapa téh bener. Ema dijodokeun ka Bapa bari méméhna tacan pati wanoh. Geuning nepi ka ayeuna kabuktian, kanyaah Ema ka Bapa teu robah.” Ema ngiceupan bapa. Nyéh duanana imut.

“Apa yang menjadi hambatan? Karena Pak Sam berumur dua belah tahun lebih tua dari Mimin? Umur Bapak dan Ema beda delapan tahun pada saat dijodohkan oekh Aki. Terbukti hingga saat ini masih langgeng. Rasa sayang Bapak dan Ema tumbuh sendirinya mengikuti waktu yang terus berputar. Kasihan Pak Sam! Tiap malam Minggu berkunjung tetapi Mimin tidak pernah ada di rumah. Terus saja setiap berkunjung harus disambut oleh Bapak dan Ema.” Bapak berbicara sembari memaksa.
“Iya Min. apa yang diucapkan Bapak benar. Ema dijodohkan kepada Bapak dengan keadaan belum terlalu mengenal. Tetapi terbukti hingga sekarang, rasa sayang Ema kepada Bapak tidak berubah.” Ema mengedipkan matanya kepada Bapak. Kemudian keduanya tersenyum.
(Jodo, 2022: 51)

Percakapan penting antara Bapak, Ema, dan Mimin ketika itu menggambarkan bahwa orang tua Mimin sangat mengharapkan kepatuhan Mimin terhadap apa yang mereka omongkan untuk mencoba menerima Pak Sam yang sudah berusaha mendekatinya agar kedepannya Mimin bisa segera menikah dan membangun rumah tangga seperti yang diharapkan oleh orang tuanya. Komponen hasrat selanjutnya yaitu ada kepuasan seksual dimana digambarkan secara tersirat tidak melalui percakapan yang diungkapkan oleh Pak Sam kepada Mimin pada saat mereka sudah menikah dan mempunyai anak.

“Teu lila jol ngadeukeutan tuluy diuk gigireun. Leungeunna ujug-ujug noélan bobokong. Kuring neuteup paromanna. Anjeunna ujug-ujug ngicuepan. Kuring surti. Paduduaan asup ka imah. Jeprét panto dikonci ti jero. Hénpon dipareuman. Pa Sam jodo kuring ngabetot leungeun lalaunan asup ka jero kamer.”
“Tidak lama kemudian mendekati lalu duduk disamping. Tangannya mencolek pinggang. Saya menatap mukanya. Dia tiba-tiba berkedip. Saya mengerti. Berdua memasuki rumah. Pintu dikunci dari dalam. Handphone dimatikan. Pak Sam jodoh saya menarik tangan kemudian pelan-pelan memasuki kamar.”
(Jodo, 2022: 52)

Keputusan dan Komitmen

Menurut Sternberg, komitmen atau keputusan mempunyai dua aspek, yaitu jangka panjang yang meliputi komitmen untuk menjaga hubungan dengan orang yang dicintai, serta jangka pendek yang meliputi keputusan seseorang untuk mulai mencintai orang lain. Selain itu , menurut Sternberg keputusan dan komitmen ini erat kaitannya dengan komponen gairah dan hasrat. Dalam carpon ini, komponen keputusan dan komitmen tergambar dalam tokoh Mimin yang akhirnya berserah kepada Allah dan memutuskan untuk mencoba menjalin hubungan dengan Pak Sam setelah mendengarkan beberapa nasihat dari kedua orang tuanya.

Komponen tersebut tergambar dalam kalimat berikut:
“Bari ngucap asma Alloh kuring papacangan jeung Pa Sam kalayan ménta sarat tong buru-buru dirapalan. Kuring ménta waktu sataun jang ngalébérkeun haté narima Pa Sam”.
“Dengan menyebut asma Allah saya berpacaran dengan Pak Sam dengan meminta syarat gar tidak terburu-buru dinikahkan. Saya meminta waktu satu tahun untuk melapangkan hati menerima Pak Sam”.
(Jodo, 2022: 51)

Kutipan pada kalimat diatas membuktikan bahwa Mimin memiliki komponen komitmen dengan memutuskan untuk menerima Pak Sam, seseorang yang tidak ia cintai untuk menjadi pasangannya dengan berbagai pertimbangan yang didapatkan ketika dinasehati oleh kedua orang tuanya.

Konsep jenis cinta, menurut Sternberg dari tiga komponen utama yaitu keintiman, hasrat atau gairah, dan keputusan atau komitmen, melahirkan tujuh jenis cinta, yaitu :

  1. Rasa suka atau keintiman semata,
  2. Cinta nafsu (hanya hasrat),
  3. Cinta hampa (hanya keputusan atau komitmen)
  4. Cinta romantis (keintiman hasrat),
  5. Cinta persahabatan (keintiman dan keputusan atau komitmen),
  6. Cinta buta (hasrat dan komitmen) yang terwujud dari adanya kombinasi antara keintiman dan keputusan atau komitmen,
  7. Cinta hasrat (hasrat atau gairah dan keputusan atau komitmen), serta yang terakhir
  8. Cinta sejati (keintiman, hasrat atau gairah, dan keputusan atau komitmen) yang berasal dari adanya kombinasi ketiga komponen utama cinta dengan komposisi dan porsi yang seimbang.

Pada Carpon Jodo, kisah cinta yang diceritakan antara Mimin dan Pak Sam ada pada jenis cinta sejati. Hal tersebut disebabkan karena Pak Sam memiliki kombinasi yang seimbang dari ketiga komponen tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis penulis terhadap aspek romansa dan ekspresi cinta dalam Carpon Jodo karya Eli Rusli, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat aspek romansa dan ekspresi cinta yang tergambar baik melalui kalimat, paragraf, maupun percakapan dari para tokoh yang ada dalam cerpen tersebut, seperti tokoh Mimin, Ardi, Pak Sam, Ema, dan Bapak. Proses penganalisisan aspek romansa dan ekspresi cinta sesuai dengan tujuan penelitian ini diungkapkan dengan Triangular Theory of Love Robert J Sternberg dengan pendekatan psikologi sastra sebagai pisau analisisnya.

Pada komponen keintiman ditemukan 11 data yang menggambarkan keintiman termasuk dengan 10 elemen dalam komponen keintiman. Ini menunjukan bahwa adanya hubungan cinta yang diekspresikan oleh para tokoh. Pada komponen hasrat ditemukan 4 data yang menggambarkan komponen tersebut, sebagian diantaranya dialami oleh tokoh Ema dan Bapak kepada Mimin.

Selanjutnya, komponen keputusan dan komitmen yang tergambar hanya dalam satu data saja yang dialami oleh Mimin dan Pak Sam. Sedangkan dalam konsep jenis cinta, Pak Sam dan Mimin menlahirkan cinta sejati karena dalam perjalanannya, mereka telah memiliki tiga komponen utama dengan porsi yang seimbang.

Oleh: Tri Harunnisya

Penyunting artikel: BiiHann

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *