Opini KitaLifestyle

Carpon JODO Karya Eli Rusli: Kajian Teori Cinta Segi 3 oleh Robert J. Sternberg

×

Carpon JODO Karya Eli Rusli: Kajian Teori Cinta Segi 3 oleh Robert J. Sternberg

Sebarkan artikel ini
Carpon Jodo karya Eli Rusli
Carpon Jodo karya Eli Rusli
Halaman 1 Carpon Jodo
Halaman 1 Carpon Jodo

Baca juga: Sinopsis Film ‘I Not Stupid Too 2’: Semua Orang Butuh Pujian dan Dukungan

Pada kutipan tersebut tergambar bahwa tokoh Mimin merasa dirinya sangat bahagia apabila bersama dengan kekasihnya. Kondisi tersebut menggambarkan keintiman yang merujuk pada adanya perasaan senang dan bahagia apabila berdekatan dengan orang yang dicintai. Selain itu, ada juga kutipan yang menggambarkan perasaan yang sama yang terjadi pada tokoh Mimin.

“Tilu bulan deui kana acara panganténan jebul surat ti Ardi. manéhna baris datang ka Bandung. Hayang panggih jeung kuring cenah. Langit ceudeum robah lénglang. Awak ngadadak cénghar”.
“Tiga bulan menuju pernikahan tiba-tiba ada surat dari Ardi. dia akan datang le Bandung. Ingin bertemu denganku katanya. Langit mendung berubah menjadi cerah. Badan tiba-tiba segar”.
(Jodo, 2022: 51)

Kutipan diatas menggambarkan bagaimana senangnya Mimin ketika orang yang ia tunggu selama ini akan menghampirinya ke tempat dimana ia tinggal. Meskipun akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, Mimin tetap merasakan kebahagiaannya apabila ia bersama dengan kekasihnya semasa kuliah, yaitu Ardi.

Menggenggam orang yang dicintainya dengan penuh rasa hormat, elemen keintiman ini didapatkan apabila seseorang sangat menghargai pasangannya dan menganggap pasangannya adalah orang yang terhebat meskipun mengetahui kekurangan-kekurangan yang dimilikinya serta sedang mengalami kesusahan.
“Haté kuring masih kénéh condong ka Ardi”.
“Hati saya masih lebih memilih Ardi”
(Jodo, 2022: 51)

Kalimat tersebut dilontarkan oleh Mimin ketika ia sudah menerima Pak Sam sebagai calon suaminya tetapi ia masih mencintai kekasihnya. Ia masih mencintai kekasihnya karena hubungannya dengan Ardi masih menggantung dan belum ada penyelesaian dikarenakan Ardi yang menghilang tanpa memberikan kabar apapun setelah pulang ke kampung halamannya. Ini membuktikan bahwa Mimin masih menghargai kekasihnya meskipun mungkin menyakiti pihak lainnya. Fenomena hubungan Mimin dan Ardi pada masa sekarang kerap kali terjadi, kejadian tersebut disebut dengan ghosting yang mana satu pihak menghilang tanpa kejelasan apapun.

“Kuring mah hayang malem panganténan jeung anjeun. Kamana suku anjeung ngaléngkah kuring baris nuturkeun”.
“Saya ingin malam pengantinan denganmu. Kemana kakimu melangkah saya akan mengikutinya”.
(Jodo, 2022: 51)

Percakapan Mimin setelah lama tidak bertemu dengan Ardi menggambarkan bahwa Mimin sangat menggenggam Ardi, terbukti dengan perkataan Mimin bahwa ia akan mengikuti kemanapun Ardi melangkah, padahal mungkin pada saat itu Mimin tahu kekurangan dan kesulitan yang dialami oleh Ardi.

Dapat diandalkan saat orang yang dicintai membutuhkan bantuan, elemen ini akan didapatkan ketika seseorang akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu pasangannya yang sedang membutuhkan bantuan.

“Kuring satengah lumpat muru kana lahunan Pa Sam. kuring ceurik ngabangingik dina lahunan Pa Sam, jajaka kolot calon pisalakieun kuring nu satia sarta sabar nungguan kuring”.
“Saya setengah berlari ke arah pangkuan Pak Sam. saya menangis tersedu-sedu di pangkuan Pak Sam, perjaka tua calon suami saya yang setia dan sabar menunggu saya”.
(Jodo, 2022: 52)

Pada saat Mimin menerima kabar dari Ardi bahwa ia ingin menemui Mimin untuk memberikan undangan pernikahannya dengan saudara jauh ayahnya yang mengajak ia bekerja di kampung halaman bukan untuk memperbaiki hubungannya dengan Mimin. Ketika Mimin merasa patah hati dan kecewa, Mimin menghampiri Pak Sam yang selalu ada untuknya dalam berbagai keadaan. Kejadian tersebut menunjukan bahwa Pak Sam mempunyai elemen dapat diandalkan disaat orang yang dicintainya membutuhkan bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *