Adanya rasa memahami satu sama lain, menurut Sternberg elemen ini merupakan suatu sikap dimana pasangan dapat mengerti dan memahami kekurangan serta kekuatan orang yang dicintainya serta menunjukan empati atas kondisi pasangannya. Bentuknya bisa berupa salah satu pihak mengetahui sesuatu tanpa pasangannya memberi tahu.
“Peutingna Pa Sam nganjang bari mawa jeruk sakérésék. Sigana melang ka kuring pédah dua poé teu asup gawé. Bisi geuring cenah”.
“Malamnya Pak Sam mampir membawa satu kantong kresek buah jeruk. Sepertinya ia mengkhawatirkanku karena tidak masuk kerja selama dua hari. Takut sakit katanya”.
(Jodo, 2022: 52)
Perlakuan Pak Sam terhadap Mimin menunjukan bahwa ia memiliki rasa memahami terhadap keadaan Mimin tanpa Mimin menceritakan keadannya. Pak Sam memperlihatkan empatinya kepada Mimin dengan membawakannya jeruk karena Mimin tidak masuk kerja selama dua hari.
Berbagi diri dan harta yang dimiliki dengan orang yang dicintainya, seseorang yang mencintai pasangannya akan rela memberikan waktu, harta, bahkan dirinya untuk orang yang ia cintai. Menurut Sternberg, hal paling penting pada elemen ini adalah para pasangan mampu membagi diri dengan orang yang dicintainya.
“Éta mah tong dipikamelang. Duit tabungan aya. Cukup jang urang duaan mah”.
“Masalah itu tidak usah dikhawatirkan. Ada uang tabungan. Cukup untuk kita berdua”
(Jodo, 2022: 51)
Percakapan penting antara Mimin dan kekasihnya Ardi yang sedang membicarakan mengenai keinginan Mimin untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius, yaitu menikah. Namun, kondisi keuangan Ardi yang belum stabil membuatnya ragu, tapi Mimin meyakinkannya bahwa ia memiliki uang yang cukup untuk kehidupan mereka berdua. Tindakan Mimin menggambarkan bahwa ia ingin mensejahterakan orang yang dicintainya dengan cara membantu dan memberikan apa yang ia punya untuk keberlangsungan hubungan percintaannya dengan orang yang ia cintai.
Menerima dukungan emosional dari orang yang dicintainya, menurut Sternberg pada umumnya pasangan akan merasakan dukungan dan menganggap pasangannya sebagai obat ketika dibutuhkan. Elemen ini dapat dirasakan apabila pasangan tetap ada di sisi orang yang dicintainya bahkan saat pasangannya sedang mengalami kekeliruan.
“Haté keukeuh miharep Ardi calon pisalakieun téh sanajan kuring teu apal kumaha haté Ardi ayeuna ka kuring”.
“Hati masih tetap berharap Ardi yang akan menjadi calon suami meskipun saya tidak tahu bagaimana hati Ardi saat ini kepada saya”.
(Jodo, 2022: 51)
Dari kutipan di atas terlihat bahwa Ardi menerima dukungan emosional dari Mimin yang ingin tetap menjadikan ia sebagai pasangannya meskipun keadaannya pada saat itu Ardi menghilang tanpa memberi kabar, Mimin tidak mengetahui kabar Ardi sedikitpun. Meskipun orang tua Mimin memberikan saran untuk ia menerima cinta Pak Sam, tetapi Mimin tetap memilih Ardi, ini menunjukan bahwa Mimin selalu ada untuk orang yang dicintainya, yaitu Ardi. Memberikan dukungan emosional kepada orang yang dicintai, ini berarti pasangan merasa empati dan ingin memberi dukungan saat pasangannya memberinya juga dukungan emosional pada saat-saat dibutuhkan.
“Malam Minggu jiga bihari Pa Sam nganjang ka imah. Anjeunna tara ngambek sanajan kuring remen nguciwakeun anjeunna”.
“Malam Minggu seperti biasa Pak Sam berkunjung ke rumah. Dia tidak pernah marah meskipun saya sering membuatnya kecewa”.
(Jodo, 2022: 51)
Kutipan diatas menggambarkan Pak Sam memberi dukungan emosional kepada Mimin dengan cara ia tidak pernah marah dan merasa kesal kepada Mimin meskipun Mimin seringkali tidak menghargai keberadaannya bahkan cenderung menghindar. Meskipun mendapat perlakuan yang kurang baik dari Mimin tetapi Pak Sam tetap memberikan dukungan emosionalnya kepada Mimin.
Selanjutnya, Berkomunikasi secara intim dengan orang yang dicintai, menurut Sternberg manifestasi dari elemen ini adalah adanya obrolan yang mendalam akan kehidupan pasangan tersebut kepada orang yang dicintainya. Elemen ini menunjukan bahwa seseorang yang mencintai pasangannya daoat berkomunikasi secara intim bahkan mendalam dan mengedepankan kejujuran kepada orang yang dicintainya.
“Pa Sam kungsi ngajak nongton film di bioskop. Anjeun ulah timburu da nontonna ogé tiluan jeung Diah babaturan gawé”.
“Pak Sam sempat mengajak saya menonton sebuah film di bioskop. Kamu tidak usah cemburu karena menontonnya bertiga bersama Diah teman sepekerjaan”.
(Jodo, 2022: 51)

