Gelar kongres nasional yang melibatkan semua asosiasi BPD, didukung Kemendagri dan Kemendes. Kongres ini bisa merumuskan visi bersama dan struktur organisasi baru, misalnya “Federasi BPD Indonesia.”
-Pemetaan Kebutuhan
Lakukan survei nasional untuk memetakan aspirasi BPD, dari insentif hingga pelatihan, agar organisasi baru relevan dengan kebutuhan anggota.
-Pembagian Peran
Hindari konflik dengan mendistribusikan peran berdasarkan kekuatan masing-masing asosiasi. Misalnya, Abpednas fokus pada advokasi, PABDSI pada pelatihan, dan Forum Komunikasi pada jaringan antar-desa.
-Pendanaan Bersama
Usulkan dana khusus dari APBN atau APBD untuk mendukung operasional organisasi, seperti yang dilakukan untuk Kopdes Merah Putih, agar tidak membebani APBDes.
-Pendidikan dan Pelatihan
Tingkatkan kapasitas anggota BPD melalui pelatihan regulasi, komunikasi, dan teknologi, sehingga mereka siap berkontribusi dalam organisasi besar.
Jadi, bisakah organisasi BPD di Indonesia bersatu? Jawabannya, ya—dengan catatan ada kemauan, koordinasi, dan dukungan lintas sektor.
Persatuan BPD bukan sekadar soal menggabungkan asosiasi, tetapi tentang membangun kekuatan kolektif untuk memajukan desa sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.
