KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan capaian sektor pangan Indonesia dalam pemaparan RAPBN 2027.
Salah satu pencapaian utama adalah keberhasilan mencapai swasembada beras dengan surplus produksi mencapai 4,2 juta ton pada 2025.
Capaian tersebut menjadi perubahan besar dibandingkan 2024 ketika Indonesia masih mengimpor sekitar 4,5 juta ton beras.
Produksi jagung dan garam konsumsi juga disebut telah mampu memenuhi kebutuhan domestik, meski kebutuhan garam untuk industri masih memerlukan pasokan dari luar negeri.
Pemerintah Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Di balik capaian tersebut, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan. Nilai tukar nelayan berada di kisaran 103, lebih rendah dibandingkan nilai tukar petani padi yang mencapai 127.
Untuk memperbaiki kondisi masyarakat pesisir, pemerintah menyiapkan pembangunan hampir 2.000 kampung nelayan sepanjang tahun ini.
Program tersebut akan dilanjutkan dengan pengembangan budidaya tematik di 40.000 desa secara bertahap.
Pemerintah juga menargetkan penyelesaian pembangunan industri garam di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari penguatan sektor pangan.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis atau MBG turut menjadi perhatian. Pemerintah melakukan evaluasi dan refocusing untuk mempercepat pelaksanaan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T seperti NTT, Papua, dan Maluku.





