News

Iran Balas Klaim Trump: Selat Hormuz Tak Bisa Dikuasai Cuma Lewat Cuitan

×

Iran Balas Klaim Trump: Selat Hormuz Tak Bisa Dikuasai Cuma Lewat Cuitan

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi. (Dok. X)

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, melontarkan pernyataan keras untuk membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait Selat Hormuz.

Gharibabadi menegaskan, bahwa posisi strategis Selat Hormuz tidak bisa begitu saja direbut hanya bermodal cuitan di media sosial, pengerahan kapal induk, perintah militer, maupun pidato politik.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas klaim Trump yang sebelumnya sesumbar akan menyatakan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat setelah perang melawan Iran berakhir.

Melalui unggahan di platform X, Gharibabadi menegaskan Iran tidak gentar menghadapi ancaman maupun demonstrasi kekuatan militer Amerika Serikat.

Ia bahkan mendesak Washington mengakui apa yang disebutnya sebagai kekalahan strategis dalam konflik dengan Iran.

Gharibabadi juga menegaskan, bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Iran. Menurutnya, keputusan mengenai pembukaan maupun penutupan jalur strategis tersebut hanya dapat ditentukan oleh Iran.

Pernyataan Iran itu sekaligus menjadi balasan terhadap Trump yang sebelumnya mengklaim Angkatan Laut AS telah memberlakukan blokade penuh di Selat Hormuz.

Trump bahkan menyatakan bahwa setelah Iran dikalahkan, AS akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.

Klaim tersebut langsung dibantah pejabat Iran. Ibrahim Zolfaqari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan tidak ada kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran.

Teheran juga sebelumnya menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama Amerika Serikat masih melakukan intervensi di kawasan, mempertahankan blokade laut, serta belum memenuhi sejumlah persyaratan dalam kerangka kesepakatan antara kedua negara.

Perseteruan terbaru ini kembali meningkatkan tensi antara Washington dan Teheran, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang sangat penting bagi lalu lintas energi dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *