Dengan pola tersebut, kompetisi tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan. Kegiatan seperti CGC juga dapat menjadi ruang evaluasi bagi teknisi ponsel sekaligus mendorong mereka untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi.
Pemerintah dan Industri Punya Peran
Afriansyah menilai pengembangan kompetensi teknisi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah dapat berperan melalui kebijakan dan program pelatihan, sedangkan industri menjadi pihak yang menyerap tenaga kerja sekaligus memahami standar keahlian yang dibutuhkan di lapangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat standar profesi teknisi telepon seluler sehingga keahlian yang dimiliki tenaga kerja semakin relevan dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut baik kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, BNSP, dan TESPOIN dalam pelaksanaan CGC Indonesia 2026.
Menurut Teuku Riefky, profesi teknisi telepon seluler berkembang cukup pesat. Kondisi tersebut perlu diiringi dengan peningkatan kualitas sekaligus pengakuan terhadap keahlian para pelakunya.
“Dengan adanya teknisi telepon seluler bersertifikasi menjadi suatu peluang yang baik, dan saya berharap ekosistem teknisi telepon seluler dapat terus berkembang,” ucapnya.






