KITAINDONESIASATU.COM-Hujan deras pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 15.00, yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, mengakibatkan jembatan di Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, ambruk.
Ambruknya jembatan sebagai penghubung lima kampung, yakni Jasinga, Cikaduen, Galuh, Kulina, dan Dalung, tidak semata-mata faktor hujan, namun kondisi jembatan sudah lapuk dimakan usia. Bahkan warga sekitar berulang kali memperbaiki jembatan tersebut secara mandiri.
Pascaambruknya jembatan tersebut, warga kebingungaan untuk mencari jalan alternative untuk melakukan kagiatan seharai-hari. Memang peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa dan kecelakaan.
Sebab, pada saat kejadian sedang sepi atau tidak ada warga yang melintas di jembatan tersebut.
Menurut Yayat, warga Desa Sangiangtanjung, jembatan yang ada di wilayahnya itu ambruk setelah hujan deras melanda desanya. Selain itu, usia jembatan sudah tua banget. “Jembatan itu ambruk kemarin (Sabtu) pukul 15.00 WIB. Ini menghubungkan lima kampung. Tanah sekitar jembatan juga labil dan usia jembatan sudah tua,” kata Yayat, kemarin.
Kata Yayat, ambruknya jembatan tidak ada alternatif jalan lain bagi para warga untuk melintas atau melakukan aktivitas sehari-hari, baik menuju pasar maupun akses pendidikan.
“Ini akses utama masyarakat di sini (lima kampung,red). Kalau jembatan ini putus, berhentilah semua kegiatan. Memang ada alternatif lain, cuma harus muter jauh lagi,” ujar Yayat.
Bahkan, menurut catatan Yayat, ambruknya jembatan ini bukan kali pertama, sudah berkali-kali dan warga juga sudah berulang kali melakukan perbaikan jembatan tersebut. “Jembatan itu sudah tiga kali dibetulkan, tapi ambruk lagi. Kami butuh jembatan pakai tiang, bukan cuma ditahan batu seperti dam. Itu tidak berfungsi,” ungkapnya.
Maka dari itulah, warga sangat berharap kepada Pemkab Lebak, agar jembatan ambruk tersebut bisa secepatnya diperbaiki. Sebab, jembatan itu akses satu-satunya yang paling dekat untuk beraktivitas.
“Tolong pemerintah segera memperbaiki. Apalagi, anak berangkat sekolah lewat sini, warga ke pasar lewat sini. Ya, sekarang semua terganggu karena jalan alternatif jauh dan rusak,” ujarnya dengan nada lirih. (*)


