News

Tanazul Haji Dibuka, Jemaah Sakit Bisa Pulang sebelum Jadwal

×

Tanazul Haji Dibuka, Jemaah Sakit Bisa Pulang sebelum Jadwal

Sebarkan artikel ini
Dodo Kemenag
Kasi Media Center Haji (MCH) Daker Makkah, Dodo Murtado. (Dok. MCH 2025)

KITAINDONESIASATU.COM – PPIH Arab Saudi memprioritaskan jemaah haji Indonesia yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan medis segera di Tanah Air untuk mengikuti program tanazul, atau pemulangan lebih awal dari jadwal kepulangan yang telah ditetapkan.

Kepala Seksi Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Dodo Murtado, menjelaskan bahwa program tanazul – yang juga dikenal dengan istilah mutasi kloter – merupakan mekanisme pemulangan lebih cepat dari jadwal semula.

“Tanazul diprioritaskan untuk jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dan perlu segera dirujuk ke fasilitas medis di Indonesia. Namun pelaksanaannya juga mempertimbangkan ketersediaan kursi kosong pada kloter tujuan kepulangan,” ujar Dodo dalam konferensi pers, dikutip Jumat, 13 Juni 2025.

Lebih lanjut, Dodo menyampaikan bahwa program tanazul terbagi dalam dua kategori utama, yaitu Tanazul karena kondisi sakit danTanazul untuk mengisi seat kosong di penerbangan pulang.

“Untuk jemaah sakit syarat yang harus disiapkan adalah surat rekomendasi dari petugas kesehatan kloter dan surat rekomendasi dari Klinik Kesehatan Haji Imdonesia (KKHI) Daerah Kerrja Makkah,” jelas Dodo.

Sementara untuk pengisian seat kosong, diperuntukkan jemaah penggabungan ke kloter asal dalam Embarkasi yang sama dan jemaah yang harus pulang dahulu karena alasan dinas.

Untuk  pengisian seat kosong penggabungan kloter, syarat yang diperlukan adalah :

* Surat pengantar dari PPIH Embarkasi

* Surat pengantar dari Ketua Sektor

Sementara untuk alasan dinas, syarat yang diperlukan:

* Surat permohonan mutasi dari jemaah yang bersangkutan dan diketahui Ketua Kloter

* Surat pernyataan tidak menuntut kompensasi atas kekurangan layanan

* Surat dari atasan langsung, dari instansi terkait

* Surat pengantar dari Ketua Sektor

Dodo mengatakan, pengajuan tanazul disampaikan melalui sektor masing-masing, kemudian diteruskan kepada Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah.

“Melalui program ini, diharapkan jemaah yang memerlukan pemulangan lebih awal dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan nyaman,” kata Dodo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *