Di sisi lain, konservasi Surili Jawa menjadi perhatian karena satwa ini menghadapi ancaman terhadap kelangsungan populasinya.
Surili Jawa termasuk satwa yang dilindungi dan berstatus Endangered atau terancam punah berdasarkan Daftar Merah IUCN.
Secara fisik, Surili Jawa memiliki tubuh berukuran sedang hingga besar dengan bulu abu-abu, bagian dada berwarna putih, serta rambut yang relatif panjang.
Ciri khas lainnya adalah jambul di kepala dengan ujung runcing.
Di kawasan TNGC, Surili ditemukan di berbagai ketinggian, mulai dari dataran rendah hingga zona sub-alpin di atas 2.400 meter di atas permukaan laut.
Namun, kelompok Surili lebih banyak ditemukan di kawasan dataran rendah seperti Ipukan, Cipariuk, dan Lambosir.
Menurut Eska, kondisi tersebut berkaitan dengan ketersediaan pakan dan suhu.






