News

StablecoinX Kuasai 3 Miliar Token ENA, Taruhan Besar di Ekosistem Ethena

×

StablecoinX Kuasai 3 Miliar Token ENA, Taruhan Besar di Ekosistem Ethena

Sebarkan artikel ini
StablecoinX Kuasai 3 Miliar
StablecoinX Kuasai 3 Miliar

KITAINDONESIASATU.COM – StablecoinX, perusahaan berbasis di New York, mengungkap kepemilikan sekitar 3 miliar token ENA dalam laporan kuartal yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Kepemilikan tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem Ethena setelah StablecoinX mulai diperdagangkan dengan kode USDE usai merger bersama TLGY Acquisition Corp.

Token ENA merupakan aset tata kelola Ethena yang memberikan hak partisipasi dalam sejumlah keputusan protokol. Dengan kepemilikan besar tersebut, StablecoinX tidak hanya berinvestasi pada aset kripto, tetapi juga memiliki kepentingan strategis terhadap perkembangan ekosistem Ethena.

Strategi StablecoinX di Tengah Volatilitas ENA

Struktur kepemilikan StablecoinX berasal dari kontribusi Ethena Foundation dan investor PIPE. Nilai pasar kepemilikan ENA pada akhir Juni diperkirakan mencapai US$218,4 juta, sementara nilai yang tercatat dalam neraca perusahaan sekitar US$212,9 juta akibat ketentuan akuntansi aset digital.

Fluktuasi harga ENA menjadi salah satu risiko utama bagi perusahaan. StablecoinX bahkan mencatat kerugian kuartalan US$34,2 juta, dengan sebagian besar berasal dari penurunan nilai aset ENA.

Selain mengandalkan kepemilikan token, perusahaan juga berupaya membangun bisnis operasional melalui layanan berbasis blockchain.

  1. Ekspansi infrastruktur: Node verifikator StablecoinX telah memproses transaksi lintas blockchain bernilai lebih dari US$3 miliar hingga Agustus 2026.
  2. Pengembangan Harness: Platform ini dirancang memudahkan perusahaan mengakses berbagai fungsi stablecoin melalui satu koneksi perangkat lunak.
  3. Pendapatan awal: StablecoinX mencatat pendapatan infrastruktur US$62.372 pada dua pekan terakhir Juni dan memperoleh pelanggan Harness pertama pada Juli.

Strategi tersebut menunjukkan ambisi StablecoinX membangun bisnis yang tidak hanya bergantung pada kenaikan nilai ENA.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *