News

Sebanyak 93 Kg Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Kali Pesanggrahan Jakarta Barat, Populasinya Ancam Ekosistem

×

Sebanyak 93 Kg Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Kali Pesanggrahan Jakarta Barat, Populasinya Ancam Ekosistem

Sebarkan artikel ini
setu babakan
Ikan Sapu-Sapu.

KITAINDONESIASASATU,COM – Ratusan ikan sapu-sapu kembali menjadi sasaran operasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam penyisiran di aliran Kali Pesanggrahan, kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, petugas berhasil mengangkat 463 ekor ikan sapu-sapu dengan berat total mencapai 93 kilogram.

Operasi yang digelar Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat itu melibatkan unsur Kecamatan Kembangan, Kelurahan Srengseng, PPSU, hingga Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) dengan menggunakan jala.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Bety Rahmawati, mengatakan seluruh ikan hasil tangkapan langsung dimusnahkan untuk mencegah penyebaran spesies invasif tersebut.

“Hari ini kami berhasil menjaring sebanyak 463 ikan sapu-sapu dengan total berat 93 kilogram. Seluruh hasil tangkapan kemudian dikubur dalam kondisi mati di Balai Penyuluhan Pertanian Kembangan,” ujarnya, Jumat (3/7).

Menurut pemerintah, operasi ini bukan sekadar membersihkan sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan ekosistem perairan sekaligus mencegah kerusakan infrastruktur di sepanjang aliran sungai.

Lurah Srengseng, Tariswan, menjelaskan ikan sapu-sapu memiliki sifat invasif yang sangat merugikan. Hewan tersebut berkembang biak dengan membuat lubang pada dinding turap sehingga mempercepat kerusakan tanggul dan berpotensi memicu masalah pada saluran air.

Tak hanya itu, ia juga mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Masih ada oknum yang memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku berbagai makanan olahan seperti siomay, otak-otak, hingga produk pangan lainnya.

Padahal, ikan sapu-sapu dikenal sebagai bioakumulator, yaitu spesies yang mampu menyerap dan menimbun logam berat berbahaya seperti merkuri, timbal, dan berbagai zat beracun lainnya dari lingkungan perairan.

“Ini yang mengkhawatirkan karena ikan tersebut dikenal sebagai bioakumulator yang menyerap logam berat berbahaya seperti merkuri dan timbal. Karena itu ikan ini terus dibasmi,” ujar Tariswan.

Pemprov DKI Jakarta kini terus menggencarkan program penangkapan dan pemusnahan ikan sapu-sapu. Dinas KPKP menargetkan populasi spesies invasif tersebut turun hingga 20 persen dalam dua tahun ke depan.

Saat ini, populasi ikan sapu-sapu diperkirakan telah mendominasi 60 hingga 80 persen di sejumlah perairan Jakarta, sehingga mengancam kelangsungan hidup ikan lokal, merusak keseimbangan ekosistem, sekaligus memperbesar risiko kerusakan tanggul.

Ikan sapu-sapu sendiri masuk dalam daftar 14 jenis ikan invasif yang dilarang dipelihara maupun dilepasliarkan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2020 karena dampaknya yang dinilai sangat merusak lingkungan perairan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *