Berita UtamaNews

Protes Mahasiswa di Yogyakarta, Kritik Dinasti Politik dan Manuver Pilkada

×

Protes Mahasiswa di Yogyakarta, Kritik Dinasti Politik dan Manuver Pilkada

Sebarkan artikel ini
FotoJet 32
Aksi demo di Yogyakarta

KITAINDONESIASATU.COM – Pada Selasa, 27 Agustus 2024, sekelompok mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam gerakan “Jogja Memanggil Tolak Dinasti Jokowi” melakukan aksi protes di depan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta.

Mereka memajang replika guillotine, simbol hukuman mati pada era Revolusi Prancis, sebagai bentuk kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen, termasuk Forum Cik Ditiro, mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta, serikat buruh, pekerja rumah tangga, PKL Malioboro, dan Jaringan Gusdurian.

Mereka menuntut agar Jokowi segera mundur dan menghentikan segala bentuk rekayasa politik yang dianggap merusak demokrasi dan konstitusi.

Aksi ini berlangsung menjelang kunjungan Jokowi ke Yogyakarta pada 28 Agustus 2024. Jokowi dijadwalkan akan meresmikan Klinik Ibu dan Anak di RSUP dr. Sardjito dan meninjau pembangunan Pasar Godean Sleman.

Kinasih Sana Ulaili, seorang aktivis Solidaritas Perempuan (SP), dalam aksinya menegaskan bahwa aksi ini sebagai pengingat bahwa “Peringatan Darurat” belum berakhir.

Dia mengkritik pemerintahan Jokowi dan DPR RI yang dianggap melakukan manuver politik untuk mempertahankan kekuasaan dan memperkuat politik dinasti.

Sana menyoroti bahwa revisi RUU Pilkada oleh pemerintah dan koalisinya di DPR bertujuan untuk menghalangi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menetapkan batasan dalam pencalonan kepala daerah, yang berpotensi menghambat ambisi politik putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, dalam Pilkada 2024.

Aksi ini juga menyebabkan penutupan Jalan Malioboro, karena massa bergerak dari Malioboro menuju Istana Kepresidenan.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *