KITAINDONESIASATU.COM-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten ketar ketir terkait anggaran tahun yang terdampak efisiensi lagi. Padahal tahun ini, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk membeli sekitar 600 eksemplar buku.
Usman Assiddiqi Qohara Kepala DPK Provinsi Banten mengatakan, anggaran pengadaan buku tahun ini hanya sekitar Rp 90 juta. Jumlah ini masih berpotensi berubah jika kembali terkena efisiensi. “Pengadaannya di bulan Juni, itu juga kalau enggak kena efisiensi lagi,” ungkapnya, kemarin.
Kendati demikian, Usman mengaku DPK Banten tidak tinggal diam. Saat ini, koleksi buku yang dimiliki masih sekitar 297.000 eksemplar. DPK juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain Bank Indonesia dan penerbit, untuk menambah koleksi bacaan. “Kami berusaha bentuknya untuk sosialisasi langsung kepada masyarakat dengan Komisi V DPRD Banten,” ujarnya.
Usman mengatakan bahwa DPK Banten akan lebih menitikberatkan program pada sosialisasi literasi. Kegiatan itu dilakukan dengan berkeliling ke sejumlah daerah di Banten untuk mengampanyekan pentingnya membaca kepada masyarakat.
Selain itu, DPK terus berupaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang nyaman dikunjungi. Strategi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung, terutama anak-anak, agar betah berada di perpustakaan. “Kita meyakinkan bahwa anak anak mau baca, karena orang baca itu jadi cerdas dari cerdas jadi berdaya,” ujar Usman. (*)
