Berita Utama

Jutaan Jemaah Haji Padati Padang Arafah Hari Ini untuk Wukuf, Cuaca Terik Warnai Puncak Haji 2026

×

Jutaan Jemaah Haji Padati Padang Arafah Hari Ini untuk Wukuf, Cuaca Terik Warnai Puncak Haji 2026

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 05 26 at 13.46.08
Jutaan jemaah haji dari seluruh dunia melaksanakan puncak haji yakni Wukuf di Padang Arafah di tengah terik matahari. Mereka memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia, termasuk ratusan ribu jemaah asal Indonesia, hari ini secara serentak memadati Padang Arafah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026).

Berkumpulnya lautan manusia ini menandai dimulainya ibadah wukuf yang merupakan rukun paling utama sekaligus puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah.

Sejak Senin malam hingga Selasa pagi waktu setempat, arus pergerakan jemaah dari pemukiman tenda di Mina menuju Padang Arafah terus mengalir tanpa putus. Menggunakan armada bus resmi yang disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi serta sebagian berjalan kaki, jemaah yang mengenakan pakaian ihram putih bersih tampak mengubah kawasan Arafah menjadi hamparan putih yang sakral.

Wukuf sendiri dimulai setelah matahari tergelincir masuk waktu Zuhur. Prosesi agung ini diawali dengan khotbah wukuf, dilanjutkan dengan salat Zuhur dan Asar yang dijama’ takdim serta di-qashar.

Setelah itu, jemaah memanfaatkan waktu hingga matahari terbenam untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bertobat, dan melantunkan doa-doa terbaik di dalam tenda maupun di sekitar Jabal Rahmah.

Pelaksanaan wukuf tahun ini dihadapkan pada tantangan cuaca yang cukup ekstrem. Pemerintah Arab Saudi melaporkan suhu udara di sekitar Padang Arafah pada siang hari ini menembus angka 44 derajat Celsius.

Guna mengantisipasi kasus dehidrasi berat dan heatstroke, tim medis dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia terus bersiaga di setiap maktab untuk membagikan air mineral, oralit, serta menyemprotkan air ke wajah jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak yang meninjau langsung pelaksanaan wukuf menyampaikan bahwa seluruh fasilitas untuk jemaah Indonesia, mulai dari tenda yang dilengkapi pendingin udara (AC), kasur, hingga pasokan katering, berjalan dengan baik dan lancar.

“Alhamdulillah, proses pergeseran jemaah dari Mina ke Arafah berjalan kondusif. Kami terus mengimbau jemaah, khususnya lansia, untuk tetap beribadah di dalam tenda dan tidak memaksakan diri keluar demi menjaga fisik,” ujarnya.

Setelah matahari terbenam (maghrib), jutaan jemaah haji dijadwalkan akan mulai bergerak meninggalkan Padang Arafah menuju Muzdalifah untuk bermalam (mabit) dan mengambil batu kerikil, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan prosesi luntar jumrah pada hari berikutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *