News

Pertempuran Memanas di Kursk: Ukraina Hancurkan Jembatan Rusia dan Rebut Wilayah Baru

×

Pertempuran Memanas di Kursk: Ukraina Hancurkan Jembatan Rusia dan Rebut Wilayah Baru

Sebarkan artikel ini
FotoJet 11 3
Perang Ukraina-Rusia makin sengit

KITAINDONESIASATU.COM – Pasukan Ukraina terus melancarkan serangan sengit di dalam wilayah Rusia, mencoba memperluas kendali mereka sambil menggunakan drone kamikaze untuk menghancurkan jembatan ponton di penyeberangan sungai strategis.

Foto satelit terbaru menunjukkan bahwa jembatan ponton yang dibangun oleh Rusia antara Zvannoe dan Glushkovo kini hancur dan tertutup asap. Sebelumnya, rudal Ukraina telah menghancurkan tiga jembatan di atas Sungai Seym.

Ukraina sedang memperkuat pangkalannya di wilayah Kursk setelah serangan mendadak dua minggu lalu, dengan 2.000 hingga 3.000 tentara Rusia dilaporkan terjebak di selatan sungai di distrik Glushkovsky. Beberapa warga sipil telah melarikan diri menggunakan perahu kecil.

Pada Selasa, 20 Agustus 2024, pasukan Ukraina berhasil merebut desa Rusia lainnya, Martynovka, dan terlibat dalam pertempuran sengit di Malaya Loknya dekat garis depan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengumumkan bahwa pasukannya kini menguasai lebih dari 1.250 kilometer persegi wilayah musuh di sekitar kota perbatasan Rusia, Sudzha, mencakup 92 permukiman.

Zelenskiy mengakui bahwa serangan ini dilaksanakan tanpa pemberitahuan kepada sekutu-sekutunya, karena rencana tersebut dianggap “tidak realistis” oleh banyak pihak internasional.

Namun, Zelenskiy menegaskan bahwa serangan ini membuktikan bahwa ancaman Rusia untuk meningkatkan perang hanyalah “ilusi”.

Sementara itu, Rusia melanjutkan serangannya di timur Ukraina, merebut kota Niu-York di wilayah Donetsk, yang telah diperebutkan sejak 2014. Situasi di wilayah Donetsk tetap sulit bagi Ukraina, dengan pertempuran terus berlanjut di Toretsk dan Pokrovsk, yang kini dalam ancaman besar.

Zelenskiy juga memutuskan untuk tidak memberi pengarahan kepada sekutu baratnya untuk mencegah kebocoran yang bisa merusak rencana mereka, seperti yang terjadi dalam serangan balasan Ukraina pada 2023.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *