Rudi menyebut bahwa pengumuman ala Persib ini bukan sekadar promosi biasa, tapi berhasil membangkitkan kembali budaya membaca media cetak, khususnya bagi kalangan Bobotoh yang selama ini lebih akrab dengan media sosial.
Kolaborasi yang Menyentuh Banyak Hati
Wildan Yasin, sub agen koran lainnya, menyebut momen ini sebagai pengingat masa keemasan koran dan sepak bola lokal yang saling menguatkan.
“Dulu, sebelum ada media sosial, satu-satunya info soal Persib ya dari PR. Waktu PR cetak sore, itu lebih ramai dari warung makan. Hari ini, saya merasa kembali ke masa itu,” ungkapnya.
Ia mengaku cukup terharu karena ide ini berhasil membawa orang datang mencari koran—sebuah hal yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya yakin, kalau kolaborasi seperti ini sering dilakukan, koran bisa bangkit lagi, terutama kalau dikaitkan dengan hal yang mengikat emosi seperti Persib,” kata Wildan.
Strategi Komunikasi Inovatif Persib
Meski belum secara resmi diumumkan, kalangan Bobotoh sudah ramai membicarakan siapa pemain anyar yang akan diungkap melalui edisi cetak Pikiran Rakyat Kamis 26 Juni 2025.
Langkah Persib dinilai sebagai bentuk strategi komunikasi out of the box, di tengah dominasi digital. Di sisi lain, ini juga menunjukkan bahwa media cetak belum benar-benar habis, asalkan punya momen yang tepat dan menyentuh memori kolektif pembacanya.


