KITAINDONESIASATU.COM – Dalam rangka mengenang 77 tahun wafatnya R.A. Lasminingrat, sosok pelopor pendidikan perempuan dan pejuang literasi Sunda, Sahabat Museum R.A.A. Adiwijaya menggelar kegiatan Pasanggiri Nga-Dongeng yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Garut.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Garut, Totong, bertempat di Gedung R.A. Lasminingrat, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota.
Dalam sambutannya, Totong menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai yang diwariskan oleh R.A. Lasminingrat.
“Sosok beliau sangat layak menjadi inspirasi, terutama bagi para pemuda dan pelajar. Kita harus bangga punya tokoh seperti Ibu R.A. Lasminingrat,” ujarnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk menampilkan dongeng dengan sentuhan kreatif, yang memadukan unsur budaya lokal dan pendekatan modern agar cerita-cerita klasik tetap relevan di kalangan generasi muda.
Pasanggiri ini diikuti oleh 32 peserta, terdiri dari 24 peserta tingkat SMP/MTs dan 8 peserta dari SMA/SMK/MA. Mereka membawakan karya-karya legendaris R.A. Lasminingrat seperti Dewa Reksa, Tukang Domba Gede Ambek, dan Carita Erman.
Menurut Ketua Panitia, Irno Sukarno, lomba ini sengaja dijadwalkan setelah libur sekolah untuk memastikan partisipasi maksimal pelajar. Irno juga menjelaskan, konten cerita telah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing jenjang pendidikan.
“Kalau tingkat SMP membawakan satu cerita penuh, untuk tingkat SMA dibagi dalam beberapa bagian dan disajikan secara berkelompok,” terangnya.
Irno menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret memperkenalkan warisan budaya dan literasi lokal kepada generasi muda. Ia berharap Pasanggiri Nga-Dongeng ini bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten dengan dukungan pemerintah yang lebih kuat ke depannya.


