“Kami ingin pelajar di Garut sadar bahwa kita punya tokoh hebat. Dan kegiatan ini bisa terus berlanjut dengan variasi yang lebih menarik tiap tahunnya,” ujarnya penuh semangat.
Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan dewan juri yang berpengalaman, antara lain peneliti tentang R.A. Lasminingrat, mantan ketua MGMP Bahasa Sunda, dan sastrawan yang juga pemimpin redaksi media berbahasa Sunda.
Melalui Pasanggiri Nga-Dongeng ini, harapannya semangat literasi lokal dan nilai-nilai perjuangan R.A. Lasminingrat dapat terus diwariskan ke generasi penerus, menjadikan budaya lokal tidak hanya sekadar dikenang, tetapi juga dijalani.***


