News

Pemkot Bogor Bangun Jembatan Paledang–Pasir Jaya, Ditargetkan Rampung November 2026

×

Pemkot Bogor Bangun Jembatan Paledang–Pasir Jaya, Ditargetkan Rampung November 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260522 WA0045 scaled
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memimpin rapat persiapan pembangunan Jembatan Paledang–Pasir Jaya di Balai Kota Bogor. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Permasalahan aksesibilitas yang menghubungkan dua kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Barat segera teratasi. Pemerintah Kota Bogor memastikan pembangunan jembatan penghubung Kelurahan Paledang dan Pasir Jaya akan dimulai pada akhir Mei 2026 dengan target selesai dalam 180 hari kerja.

Kepastian tersebut mengemuka dalam rapat persiapan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Paledang–Pasir Jaya di Balai Kota Bogor, Kamis 21 Mei 2026, yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Jembatan tersebut ditargetkan sudah dapat difungsikan masyarakat pada November 2026.

“Perlu diketahui bahwa ini ikhtiar panjang, lebih dari lima tahun. Pemenang lelang sudah ada dan penting diketahui masyarakat. Harus tersosialisasikan,” ujar Jenal Mutaqin.

Ia mengatakan, saat turun ke lapangan banyak aspirasi yang disampaikan warga dari Kelurahan Paledang maupun Pasir Jaya. Salah satunya terkait keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan jembatan.

Selain itu, warga juga mengusulkan penerapan jam operasional buka-tutup jembatan guna mengantisipasi tindak kriminalitas, termasuk penempatan petugas keamanan di area jembatan.

“Jadi jembatan nanti tidak dibuka 24 jam. Kecuali dalam kondisi darurat, seperti ada masyarakat yang sakit atau meninggal dunia,” sambung Jenal Mutaqin.

Tak hanya itu, warga turut mengusulkan pemberdayaan pelaku UMKM di sekitar lokasi selama proses pembangunan berlangsung serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di kawasan jembatan.

Menurut Jenal Mutaqin, berbagai usulan teknis tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut oleh aparatur wilayah bersama dinas terkait dan pihak ketiga pelaksana proyek.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan bahwa secara teknis tinggi rangka jembatan mencapai 2,7 meter dengan jarak titik buhul ke titik buhul sepanjang 2,40 meter.

Ia menyebut terdapat perbedaan elevasi sekitar tiga meter di antara kedua titik, sehingga profil jembatan dibuat menurun ke arah Kelurahan Paledang.

“Sesuai kontrak, pengerjaan dimulai pada 29 Mei dan selesai pada 25 November. Mudah-mudahan 180 hari ini bisa dimaksimalkan, meskipun medannya cukup berat,” terang Chusnul Rozaqi.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan salah satunya berada pada proses loading material jembatan berupa besi baja yang membutuhkan lahan cukup luas. Karena itu, sebelum pengerjaan dimulai akan dilakukan koordinasi lanjutan dengan wilayah terkait mengenai sejumlah opsi teknis yang memungkinkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *