News

Netanyahu Hadapi Tekanan Global, Abaikan Desakan untuk Akhiri Perang Gaza

×

Netanyahu Hadapi Tekanan Global, Abaikan Desakan untuk Akhiri Perang Gaza

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 2
Netanyahu Hadapi Tekanan Global

KITAINDONESIASATU.COM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak untuk menyerah pada tekanan agar menyetujui kesepakatan pembebasan sandera atau mengakhiri perang di Gaza, meskipun ada protes besar di Israel.

Dalam konferensi pers Senin malam, 2 September 2024, Netanyahu bersikeras bahwa kehadiran militer Israel di perbatasan Gaza dengan Mesir harus tetap dipertahankan, meskipun para mediator internasional dan kepala keamanannya sendiri memperingatkan bahwa ini bisa menghambat kesepakatan untuk membebaskan sandera yang ditahan Hamas.

Sikap kerasnya muncul setelah kerusuhan di Israel selama pemogokan umum, yang menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap kegagalannya dalam mencapai kesepakatan pembebasan sandera.

Protes tersebut dipicu oleh pembunuhan enam sandera Israel oleh Hamas, yang mengklaim mereka tewas akibat serangan udara Israel.

BACA JUGA: Anak Gaza Divaksin Polio di Tengah Serangan Israel

Netanyahu menyatakan bahwa dirinya sangat berkomitmen untuk membebaskan sandera, namun menolak untuk didikte dalam proses tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya koridor Philadelphia—perbatasan yang memungkinkan Hamas menyelundupkan senjata ke Gaza—sebagai alasan utama mengapa Israel tidak akan menyerah pada tuntutan Hamas.

Meskipun ada desakan dari Presiden AS Joe Biden untuk lebih fleksibel dalam negosiasi, Netanyahu menegaskan posisinya dan menolak anggapan bahwa Israel tidak berupaya untuk mencapai kesepakatan.

Sebanyak 101 sandera, termasuk warga negara asing, masih berada di tangan Hamas, dan intelijen Israel percaya bahwa sepertiga atau lebih dari mereka mungkin telah tewas.

Netanyahu juga menegaskan bahwa semua menteri harus mendukung keputusan kabinet, termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant, meskipun ada perbedaan pendapat mengenai strategi militer.

Netanyahu berpendapat bahwa hanya melalui tekanan tambahan, Hamas akan dipaksa untuk berkompromi dan menyerah.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *