KITAINDONESIASATU.COM – Penemuan baru NASA mengungkap air pernah mengalir di Mars lebih dari sekali. Bukti ini menunjukkan Kawah Jezero menyimpan lingkungan layak huni berulang kali sepanjang sejarahnya.
Pertanyaan tentang kehidupan di Planet Merah kembali mengguncang publik setelah NASA mengumumkan temuan besar bahwa air ubah wajah Mars lebih dari sekali. Penjelajah Perseverance mendeteksi jejak aktivitas cair di Kawah Jezero yang menunjukkan Mars pernah memiliki lingkungan yang mendukung kehidupan.
Selama puluhan tahun, NASA memimpin penelitian untuk membuktikan air ubah wajah Mars dan membuka kemungkinan adanya kehidupan di Planet Merah. Data terbaru dari Kawah Jezero memperlihatkan batuan vulkanik yang berubah karena interaksi dengan air, memperkuat teori bahwa Mars tak selalu gersang.
Para ilmuwan menemukan hampir dua lusin mineral yang mendukung bukti air ubah wajah Mars. Mineral-mineral ini terbentuk karena proses kimia yang terjadi di Kawah Jezero, yang pernah menjadi lokasi danau purba di Planet Merah, menurut laporan yang dikutip NASA.
Penelitian mengungkap tiga fase air yang berbeda: fase pertama berupa air panas asam, fase kedua netral yang lebih ramah, dan fase ketiga berupa air alkali dingin. Ketiganya menunjukkan bagaimana air ubah wajah Mars menciptakan kondisi layak huni berulang kali di Kawah Jezero, kata peneliti NASA di Planet Merah.
Tim ilmuwan menjelaskan bahwa mineral seperti gerinalite, hisingerite, hingga clinoptilolite adalah bukti nyata air ubah wajah Mars. Mineral-mineral ini ditemukan tersebar di lantai Kawah Jezero dan membentuk catatan geologi unik di Planet Merah yang sedang dianalisis NASA.
Lebih lanjut, kondisi alkali suhu rendah memungkinkan pembentukan sibiolite yang dianggap sangat layak huni. Ini menjadi indikasi bahwa air ubah wajah Mars tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan di Kawah Jezero, klaim ilmuwan NASA tentang Planet Merah.
