KITAINDONESIASATU.COM – Sejumlah bandara besar di Eropa, termasuk Heathrow London, Brussels Airport, hingga Berlin Brandenburg, lumpuh setelah sistem check-in dan bagasi Muse milik Collins Aerospace terkena serangan siber. Ratusan penerbangan tertunda, antrean mengular, bahkan maskapai terpaksa kembali ke cara lama melayani penumpang dengan kertas dan pena.
Brussels Airport membatalkan hingga 50 persen penerbangan pada Senin, 22 September 2025, sementara Heathrow melaporkan hampir separuh penerbangan akhir pekan lalu tertunda. Penumpang dipaksa check-in manual, sebagian bahkan gagal berangkat.
Seorang penumpang asal Inggris mengaku harus menunda perjalanan ke Kosta Rika karena hewan peliharaannya tak bisa didaftarkan secara manual. “Saya sampai menangis, lalu terpaksa menginap di hotel,” keluhnya.
Otoritas penerbangan Eurocontrol meminta maskapai memangkas jadwal hingga sistem kembali pulih. Meski Collins Aerospace mengakui ada “gangguan terkait siber”, mereka belum memberi kepastian kapan layanan normal lagi.
Insiden ini menjadi alarm serius setelah sebelumnya, Juli lalu, dunia penerbangan sempat lumpuh gara-gara pembaruan perangkat lunak Crowdstrike. (*)


