KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Provinsi Gorontalo mulai berlangsung secara bertahap pada pertengahan November hingga pertengahan Desember 2026. Perubahan musim tersebut tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah.
Wilayah Gorontalo bagian timur diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan. Selanjutnya, kondisi tersebut berpotensi meluas secara bertahap menuju wilayah bagian barat.
Saat ini, sebagian besar wilayah Gorontalo masih berada dalam periode musim kemarau. Namun, peningkatan peluang pertumbuhan awan dan curah hujan mulai terlihat seiring perubahan kondisi atmosfer menjelang pergantian musim.
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Peralihan Musim
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo Satria Topan Primadi menjelaskan bahwa waktu awal musim hujan dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kondisi geografis dan dinamika atmosfer menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.
Informasi prakiraan musim disampaikan BMKG dalam audiensi bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Jumat (2/10/2026). Pemerintah daerah kemudian berencana menindaklanjuti informasi tersebut bersama instansi terkait sebagai bagian dari persiapan menghadapi perubahan cuaca.
Masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan perlu mendapat perhatian karena perubahan kondisi atmosfer dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di sejumlah wilayah. Kesiapsiagaan diperlukan agar pemerintah dan masyarakat dapat menyesuaikan berbagai aktivitas dengan kondisi cuaca yang berkembang.
BMKG juga mengingatkan masyarakat Gorontalo untuk rutin memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi. Informasi terbaru penting diperhatikan karena kondisi cuaca dapat berubah dan prakiraan untuk masing-masing wilayah tidak selalu sama.
Dengan perkiraan awal musim hujan berlangsung mulai November, masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca dalam beberapa pekan mendatang.





